Sabtu, 30 Juni 2012 0 komentar

Pengalaman Tentang: “Manusia Dan Penderitaan”

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna, manusia diberi roh dan memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan makhluk ciptaan yang lainnya. Setiap manusia pasti memiliki masalah. Masalah tersebut dapat mengakibatkan penderitaan pada diri manusia tersebut. Nah apasih penderitaan itu? Penderitaan adalah tanggungan atau beban yang dialami seseorang  pada suatu kondisi tertentu. Penderitaan dapat terjadi akibat dari tindakan yang telah diperbuat dan berakhir seorang tersebut yang menanggung derita tersebut.  
Dalam pembahasan tentang manusia dan penderitaan ini, mungkin saya akan lebih menjelaskan tentang suatu penyakit yang pasti dialami oleh setiap manusia. Yaitu penyakit hati atau penyakit psikis dalam diri manusia. Apa hubungannya dengan penderitaan? Tentu berhubungan! Setiap perbuatan yang kita lakukan, dapat berakibat untuk orang lain dan diri kita sendiri. Untuk penyakit hati, seperti rasa takut, iri, dengki,  dan sebagainya, dapat berpangaruh bagi lingkungan dan diri kita. Seperti yang saya katakan, penyakit hati tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah, dan masalah dapat mengakibatkan penderitaan pada diri manusia.
Di setiap waktu kita mendengar penemuan penyakit jenis baru, telah banyak dokter spesialis yang dapat menangani penyakit tertentu tersebut. Untuk penyakit hati atau lever saja banyak sekali dokter profesional dan bermacam obat yang dapat menangani. Namun tanpa kita sadari, bahwa manusia memiliki penyakit hati lain yang tidak kelihatan
Untuk penyakit hati sendiri, banyak sekali faktor yang dapat menimbulkan penyakit hati.  Penyakit hati menimbulkan gangguan psikologis dan gangguan psikologis berpengaruh pada kesehatan fisik. Contoh penyakit hati adalah dengki, iri hati, dan dendam kepada orang lain. Dendam adalah rasa marah yang kita simpan jauh di dalam hati kita sehingga menggerogoti hati kita. Akibat dari menyimpan dendam, kita menjadi stres berkepanjangan. Adapun akibat dari iri hati ialah kehilangan perasaan tentram. Orang yang iri hati tidak bisa menikmati kehidupan yang normal karena hatinya tidak pernah bisa tenang sebelum melihat orang lain mengalami kesulitan. Dia melakukan berbagai hal untuk memuaskan rasa iri hatinya. Bila ia gagal, ia akan jatuh kepada frustrasi. Dan Banyak sekali macam penyakit hati dalam dari manusia.
Dan ketika seseorang mengalami permasalahan dalam kehidupannya maka hadapilah dengan sabar dan sholat sebagai jalan keluar dari segala macam permasalahan dan ketika segala macam usaha telah dilakukan secara maksimal maka serahkanlah segala macam urusan kita, hidup mati kita, sehat sakit kita hanya kepada Allah semata karena hanya Dia adalah segala macam urusan dikembalikan. Dan barang siapa yang menyerahkan segala urusan dunia dan akhiratnya hanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan hati mereka rasa aman, tenang dan tentram sehingga mereka dapat beraktivitas dengan maksimal sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
0 komentar

Pengalaman Tentang : “Manusia dan Keindahan”

Setiap manusia pasti mempunyai rasa akan keindahan.Kali ini saya akan membahasnya.
Setiap manusia pasti menyukai yang namanya keindahan.Entah itu keindahan alam, keindahan paras wajah manusia, keindahan akan hidup, keindahan akan pengalaman pribadi.Setiap manusia juga mempunyai kriteria khusus keindahan tetapi satu sama lain manusia juga tentu berbeda.Tergantung selera manusia itu sendiri.
Tuhan juga memang sudah menganugrahkan bahwa setiap manusia sudah mutlak menyukai keindahan.Banyak keindahan di alam yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh manusia,semua itu bisa dirasakan.Hanya mungkin sebagian manusia saja yang bisa merasakan keindahan tuhan melalui hati.Kebanyakan manusia hanya melihat keindahan dengan menggunakkan mata lahir saja dan tidak menggunnakan mata hatinya.Keindahan sesungguhnya  dapat dilihat dengan mata hati dan tidak dengan mata lahir saja.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tak indah.
Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk membedakan ini dalam bahasa inggris sering digunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal yang indah).
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata- kata. Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan- hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Ternyata untuk menjawab “apakah keindahan itu” banyak sekali jawabannya. Karena itu dalam estetika modern orang lebih suka berbicara tentang seni ,seperti seni pahat,seni patung, seni lukis, seni suara, seni drama, seni musik, seni kaligrafi, seni arsitektur dan pengalaman estetika karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang sistematik.
Masalahnya sekarang adalah apakah nilai estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam “Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai yaitu kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata- mata realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subjektif dan objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Bila ada pemakaian drama yang berlebih- lebihan, misalnya marah dengan meluap- luap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis, meraung- raung, itu berarti tidak alamiah.
Keindahan, bukan hanya bersih dan rapi, kejujuran dan keadilan juga termasuk kedalam suatu keindahan.
Betapa indahnya, kejujuran itu, Dari kecil aku diajarkan oleh ibuku untuk menjadi seorang anak yang bersikap jujur dan adil. Tetapi, ketika kecil walaupun saya diajarkan untuk jujur, terkadang saya masih suka nakal, berbohong pada ibu jika saya pergi keluar bermain bersama teman- teman. Seiring bertambahnya usia, saya belajar untuk tidak berbohong lagi, karena semakin lama saya semakin mengerti bahwa, berbohong itu tidak menyenangkan, merugikan diri sendiri dan orang lain serta dilarang oleh agama.
0 komentar

Pengalaman Tentang : “Manusia dan Cinta Kasih”

Jika kita mendengar kata “CINTA” itu seakan kita dapat merasakan betapa hangatnya sebuah kasih sayang dari seseorang yang kita cintai atau orang yang cinta kepada cinta kepada kita.
Sebagai manusia yang tak bisa hidup ber individu memang sangat membutuhkan rasa CINTA dan KASIH SAYANG, entah itu cinta dan sayang kita terhadap Tuhan, Orang tua, Keluarga, Sahabat, dan lainnya yang mungkin mereka juga sangat mencintai dan menyayangi kita.
Tapi tahukan kalian apa yang dimaksud dengan CINTA dan KASIH SAYANG ? Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Manusia dan Cinta kasih sangat erat hubungannya. Tanpa cinta kasih, kita sebagai manusia akan sangat sulit untuk menemukan arti dari sebuah kehidupan, karena Cinta yang kita dapat itu semua dari Tuhan. Terkadang , kita sebagai manusia sering melupakan kecintaan kita terhadap Tuhan YME. padahal, itu adalah awal dari kita untuk dapat mencintai semua ciptaan-Nya yang terdapat di alam semesta.
Manusia memang sangat membutuhkan rasa cinta dan sayang, tanpa adanya perasaan tersebut mungkin kita semua tidak akan bisa hidup saling bersaudara.
Cinta antar pribadi
Cinta antar pribadi menunjuk kepada cinta antara manusia. Bentuk ini lebih dari sekedar rasa kesukaan terhadap orang lain. Cinta antar pribadi bisa mencakup hubungan kekasih, hubungan orangtua dengan anak, dan juga persahabatan yang sangat erat.
0 komentar

Pengalaman Tentang : “Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan”

Ilmu budaya dasar itu sendiri merupakan pengetahuan tentang perilaku dasar-dasar dari manusia, yang mempelajari konsep – konsep dasar mengenai permasalahan manusia dan kebudayaan. Sedangkan kesusastraan itu sendiri yaitu sebuah hasil dari kreativitas manusia yang diekspresikan melalui sebuah tulisan, gerakan, gambar ataupun bahasa yang memiliki suatu nilai keindahan. Dari pengertian tersebut, kita mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusastraan. Ilmu Budaya Dasar yang akan kita bahas pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat. Maka dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara konsep ilmu budaya dasar dan kesusastraan adalah suatu hal yang tidak dipisahkan satu sama lain. Karena sebenarnya sastra (seni) termasuk unsur dari kebudayaan. Contoh lainnya yaitu bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.  Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun bahasa sastra sebenarnya abstrak. Contohnya saja seni tari yang menggunakan bahasa tubuh yang masih perlu dijabarkan.
“Karya sastra Indonesia sulit menembus pasar luar negeri terutama Amerika Serikat dan Eropa.” Ini sepertinya, pertanda bahwa sastrawan Indonesia harus berbenah. Sastrawan Indonesia ke depan harus meningkatkan mutu. Sehingga kualitas karya betul-betul mumpuni dan dilirik pasar internasional yang memang super ketat. Novel-novel penulis Indonesia selayaknya sudah ada di rak-rak took buku di Amerika. Bukankah persoalan kemajemukan dan keberagaman masyarakat Indonesia menjadi santapan yang sangat menarik bagi pembaca-pembaca asing. Berbenah untuk terus meningkatkan kualitas produk serta tidak berpuas diri dengan pencapaian-pencapaian yang didapat. Apalagi kalau terlalu sibuk dengan menarsiskan diri. Berbenah untuk tidak malas menambah referensi-referensi bacaan terutama bacaan dari luar. Berbenah untuk bangkit dan menjajal pasar-pasar luar negeri. Ketidakmampuan karya-karya sastrawan Indonesia bersaing di pasar luar negeri tidak hanya persoalan mutu produk, namun juga belum adanya dukungan kemampuan penerjemah yang bagus.
0 komentar

Pengalaman Tentang: "Manusia dan Kebudayaan"

Kebudayaan menentukan kebiasaan kita dalam keseharian yang kita jalani. Orang tua mendidik kita dan membuat kita terbiasa melakukan sesuatu juga termasuk dalam kebudayaan. Contohnya seperti melakukan upacara yang dilakukan daerah tertentu, atau contoh sederhananya ketika melakukan aktifitas dirumah bangun pagi lalu beribadah dan melanjutkan aktifitas sehari-hari. Contoh-contoh sederhana tersebut membuktikan bahwa kebiasaan yang kita lakukan merupakan kebudayaan yang melekat pada diri kita. Bisa kita bayangkan jika kita hidup tanpa adanya kebudayaan, maka tidak ada aturan atau panutan kita sebagai manusia untuk hidup.

Kalau saya terapkan ke dalam pengalaman saya, kebudayaan sangat berpengaruh dalam diri saya. Semenjak saya lahir sampai sekarang, saya tidak lepas dari adanya kebudayaan. Kebudayaan tersebut tentu berawal dari kebiasaan yang diajarkan dan diterapkan oleh keluarga saya terutama orang tua saya.  Dengan kebudayaan yang sudah saya miliki dan saya terapkan pula dalam diri, tentu berpengaruh pula pada lingkungan saya. Ketika manusia sudah berada di lingkungan luar tentu akan terjadi adanya perbedaan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing. Termasuk saya, di lingkungan luar tentu saya akan bertemu dan menghadapi lingkungan yang memungkinkan memiliki kebudayaan atau kebiasaan yang berbeda dengan saya. Namun, hal ini lah yang menjadi pelajaran atau pengalaman bagi saya. Bagaimana saya atau kita sebagai manusia melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Namun hal ini tidak berarti kita menutup hati untuk menerima kebudayaan yang dilakukan oleh orang lain.

Mungkin sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kebudayaan yang sama. Kini yang menjadi permasalahan, bagaimana hubungan kebudayaan negara kita dengan kebudayaan luar terutama kebudayaan barat? Mengingat bahwa budaya barat kini sudah masuk dan mewabah dalam diri kita. Jika kita bandingkan kebudayaan barat antara hal positif dan negatif, tentu kita bisa melihat bahwa lebih banyak hal negatif yang diadopsi oleh warga negara kita. Walau tak semua kebudayaan barat itu bersifat negatif atau dalam arti lain masih ada sisi positifnya, namun terkadang kita tidak menyaring bagaimana dampak dari budaya barat tersebut bagi kehidupan kita. Ketidakwaspadaan itulah yang membuat kita sebagai masyarakat Indonesia menjadi cenderung lebih labil bahkan banyak yang mulai sangat bergantung pada kebudayaan barat.
0 komentar

Manusia dan Keadilan

Berbagai Macam Keadilan
A).Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun).
B. Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilameana hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal – hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
C.Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
D.Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar – benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya.
Sikap jujur perlu dipelajari oeleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kmuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang lancing.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadarn tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri behadapan dengan hal baik buruk.
Menurut M. Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani, filsafat berfikir, yang disebut Nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu  getaran kejujuran, ketulusan dalam mneropong kebenaran lokal maupun kebenaran illahi.
Berbagai hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur, mungkin karena tidak rela, mungkin karena pengaruh lingkungan, karena social ekonomi, terpaksa ingin popular, karena sopan santun dan untuk mendidik.
Dalam kehidupan sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri.
Bagi seniman jujur dan tidak jujur membangkitkan daya kreatifitas manusia.
Banyak hasil seni lahir dari kehidupan pristiwa atau kasus  ketidakjujuran.
0 komentar

Manusia & Harapan

A.  Pengertian Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.


Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.

B. Sebab Manusia mempunyai Harapan


Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :


1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.


2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


C.  Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.


D. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :


1.      Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


2.      Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.


3.      Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.


4.      Kepercayaan Kepada Tuhan
        Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.
 
;